Keunikan Dari Upacara Kedukaan "RAMBU SOLO" Toraja, Sulawesi Selatan Dan Sulawesi Barat

Wisatacoi.blogspot.com

Acara kedukaan di toraja bagian selatan
     Wisata coi, Rambu Solo___ ___ Wooo...... toraja, toraja merupakan salah satu wilaya yang paling populer di provinsi sulawesi selatan, di sini anda bisa menikmati ciri khas dari tanah toraja, mulai dari budayanya sampai dengan panora alamnya. Di sini saya akan membahas budaya toraja. Tapi perlu anda ketahui, Ada dua budaya toraja yang paling terkenal yaitu RAMBU TUKA(PERKAWINAN) dan RAMBU SOLO( KEDUKAAN), tapi disini saya akan membahas budaya toraja tentang RAMBU SOLO( KEDUKAAN). Tetapi bukan hanya toraja bagian selatan saja yang mempunyai tradisi ini, anda juga bisa menemukan tradisi rambu solo di daera toraja barat bagian mamasa.

Acara kedukaan ditoraja bagian Sulawesi Barat


Tapi sebelum masuk ke inti pembahasanya, ada baiknya ketika kita mengetahui sejarah nenek moyang dari tanah toraja. Di torajabagian selatan dan bagian barat ada sebuah cerita yang turun temurun dari generasi ke generasi mengenai nenek moyang mereka. Nenek moyang asli mereka di percaya diturunkan langsung dari sorga dengan cara menggunakan tangga. Di mana tangga ini berfungsi sebagai media komunikasi antara manusia dengan puang matua( sang pencipta alam semesta).
Ok..... lanjut mari kita bahas tentang rambu solo yang ada di toraja. Rambu solo mulai ada sejak manusia itu ada di dunia atau alam semesta. Khusus rambu solo, masyarakat toraja percaya tanpa adanya suatu upacara penguburan ini maka arwah orang yang meninggal tersebut akan memberikan kemalangan kepada orang-orang yang ditinggalkanya termasuk keluarga mereka. Upacara ini merupakan upacara yang paling sukar teman karena membutukan biaya yang tidak sedikit. Apalagi ketika orang yang meninggal itu adalah orang yang di hormati atau keturunan dari bangsawan pasti keluarga dari mereka akan melakukan kegiatan upacara "mibaba" (menyimpan mayatnya) dalam berbulan-bulan. Sementara menunggu upacara siap, mayat atau tubuh orang meninggal tersebut akan dibungkus dengan kain dan akan di simpan selama berbulan-bulan. Sekedar info "ketika terjadi upacara kedukaan di suatu wilaya tersebut tidak diperbolekan ada orang melakukan perkelahian, karena dipercaya ketika ketika ada orang yang meninggal atau di baba' maka anak atau keluarga darirang tersebut dipercaya tidak akan mampu lagi melanjutkan  upacara tersebut. Tapi jika mampu maka pasti ada kejanggalan dalam melanjutkan pemakaman ini. Jika terjadi perkelahian dalam  wilaya ini maka orang yang pertama harus menyediakan sesuatu seperti babi atau kerbau untuk dipersembahkan kepada keluarga yang berduka untuk meminta maaf kepada arwah orang meninggal tersebut". 
Lanjut...... dalam kegiatan rambu solo, jika ada seseorang meninggal di kalangan bangsawan maka akan memotong kerbau yang jumlahnya 50 sampai 100 ekor atau bahkan lebih.
Ada dua cara memotong kerbau di toraja yaitu:
1. Toraja bagian selatan
      Mereka memotong kerbau dengan cara menyebelit leher kerbau dengan golok atau pisau besar.

2. Toraja bagian barat
      Cara mereka yaitu dengan menancapkan golok atau pisau disamping kaki depan kerbau.

     Di suku toraja juga dipercaya bahwa arwah orang meninggal itu membutukan makanan (kinallo) untuk melakukan perjalanan mereka untuk bertemu dengan sang pencipta atau puang matua. Katanya jika mereka bertemu dengan puang matua maka mereka akan ditanya apa yang mengantar anda kesini( aka dipake kinalloiko/dalam bahasa toraja mamasa). Maka disitulah harus disediakan kerbau untuk mengantar mereka untuk bertemu dengan sang pencipta. Dan biasanya ketika terjadi upacara ini, maka keluarga dari orang meninggal tersebut tidak diperbolekan memakan nasi, jadi yang mereka makan hanyalah jagung hal ini dilakukan untu menghormati orang yang meninggal. Mungkin ini saja yang dapat saya simak dari kebiasaan atau adat yang ada di tanah toraja selatan dan timur. semoga dappat bermamfaat bagi saudara pembaca. Dan silakan beekunjung ke tanah toraja.

Letak: Tanah toraja selatan dan tanah toraja barat.

Belum ada Komentar untuk "Keunikan Dari Upacara Kedukaan "RAMBU SOLO" Toraja, Sulawesi Selatan Dan Sulawesi Barat"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel